Arif Api
Kamis, 15 Maret 2012
Selasa, 13 Maret 2012
Cara Bisnis Menggunakan Botol Acar
Setahuku, botol acar besar itu selalu ada di lantai di
samping lemari di kamar orangtuaku. Sebelum tidur, Ayah selalu
mengosongkan kantong celananya lalu memasukkan semua uang recehnya ke
dalam botol itu. Sebagai anak kecil, aku senang mendengar gemerincing
koin yang dijatuhkan ke dalam botol itu. Bunyi gemericingnya nyaring
jika botol itu baru terisi sedikit. Nada gemerincingnya menjadi rendah
ketika isinya semakin penuh. Aku suka jongkok di lantai di depan botol
itu, mengagumi keping-keping perak dan tembaga yang berkilauan seperti
harta karun bajak laut ketika sinar matahari menembus jendela kamar
tidur.
Jika isinya sudah penuh, Ayah menuangkan koin-koin itu ke meja dapur, menghitung jumlahnya sebelumnya membawanya ke bank. Membawa keping-keping koin itu ke bank selalu merupakan peristiwa besar. Koin-koin itu ditata rapi di dalam kotak kardus dan diletakkan di antara aku dan Ayah di truk tuanya. Setiap kali kami pergi ke bank, Ayah memandangku dengan penuh harap. “Karena koin-koin ini kau tidak perlu kerja di pabrik tekstil. Nasibmu akan lebih baik daripada nasibku. Kota tua dan pabrik tekstil disini takkan bisa menahanmu.” Setiap kali menyorongkan kotak kardus berisi koin itu ke kasir bank, Ayah selalu tersenyum bangga. “Ini uang kuliah putraku. Dia takkan bekerja di pabrik tekstil seumur hidup seperti aku.”
Pulang dari bank, kami selalu merayakan peristiwa itu dengan membeli es krim. Aku selalu memilih es krim cokelat. Ayah selalu memilih yang vanila. Setelah menerima kembalian dari penjual es krim, Ayah selalu menunjukkan beberapa keping koin kembalian itu kepadaku. “Sampai di rumah, kita isi botol itu lagi.”
Ayah selalu menyuruhku memasukkan koin-koin pertama ke dalam botol yang masih kosong. Ketika koin-koin itu jatuh bergemerincing nyaring, kami saling berpandangan sambil tersenyum. “Kau akan bisa kuliah berkat koin satu penny, nickle, dime, dan quarter,” katanya. “Kau pasti bisa kuliah. ayah jamin.”
Tahun demi tahun berlalu. Aku akhirnya memang berhasil kuliah dan lulus dari universitas dan mendapat pekerjaan di kota lain. Pernah, waktu mengunjungi orangtuaku, aku menelepon dari telepon di kamar tidur mereka. Kulihat botol acar itu tak ada lagi. Botol acar itu sudah menyelesaikan tugasnya dan sudah di pindahkan entah ke mana. Leherku serasa tercekat ketika mataku memandang lantai di samping lemari tempat botol acar itu biasa di letakkan.
Ayahku bukan orang yang banyak bicara, dia tidak pernah menceramahi aku tentang pentingnya tekad yang kuat, ketekunan, dan keyakinan. Bagiku, botol acar itu telah mengajarkan nilai-nilai itu dengan lebih nyata daripada kata-kata indah.
Setelah menikah, kuceritakan kepada Susan, istriku, betapa pentingnya peran botol acar yang tampaknya sepele itu dalam hidupku. Bagiku, botol acar itu melambangkan betapa besarnya cinta Ayah padaku. Dalam keadaan keuangan sesulit apa pun, setiap malam Ayah selalu mengisi botol acar itu dengan koin. Bahkan di musim panas ketika ayah diberhentikan dari pabrik tekstil dan Ibu terpaksa hanya menyajikan buncis kalengan selama berminggu-minggu, satu keping pun tak pernah di ambil dari botol acar itu. Sebaliknya, sambil memandangku dari seberang meja dan menyiram buncis itu dengan saus agar ada rasanya sedikit, Ayah semakin meneguhkan tekadnya untuk mencarikan jalan keluar bagiku. “Kalau kau sudah tamat kuliah,” katanya dengan mata berkilat-kilat, “kau tak perlu makan buncis kecuali jika kau memang mau.”
Liburan Natal pertama setelah lahirnya putri kami Jessica, kami habiskan di rumah orangtuaku. Setelah makan malam, Ayah dan Ibu duduk berdampingan di sofa, bergantian memandangku cucu pertama mereka. Jessica menangis lirih. Kemudian Susan mengambilnya dari pelukan Ayah. “Mungkin popoknya basah,” kata Susan, lalu di bawanya Jessica ke kamar tidur orangtuaku untuk di ganti popoknya.
Susan kembali ke ruang keluarga dengan mata berkaca-kaca. Dia meletakkan Jessica ke pangkuan Ayah, lalu menggandeng tanganku dan tanpa berkata apa-apa mengajakku ke kamar. “Lihat,” katanya lembut, matanya memandang lantai di samping lemari. Aku terkejut. Di lantai, seakan tidak pernah di singkirkan, berdiri botol acar yang sudah tua itu. Di dalamnya ada beberapa keping koin.
Aku mendekati botol itu, merogoh saku celanaku, dan mengeluarkan segenggam koin. Dengan perasaan haru, kumasukkan koin-koin itu kedalam botol. Aku mengangkat kepala dan melihat Ayah. Dia menggendong Jessica dan tanpa suara telah masuk ke kamar. Kami berpandangan. Aku tahu, Ayah juga merasakan keharuan yang sama. Kami tak kuasa berkata-kata.
Jika isinya sudah penuh, Ayah menuangkan koin-koin itu ke meja dapur, menghitung jumlahnya sebelumnya membawanya ke bank. Membawa keping-keping koin itu ke bank selalu merupakan peristiwa besar. Koin-koin itu ditata rapi di dalam kotak kardus dan diletakkan di antara aku dan Ayah di truk tuanya. Setiap kali kami pergi ke bank, Ayah memandangku dengan penuh harap. “Karena koin-koin ini kau tidak perlu kerja di pabrik tekstil. Nasibmu akan lebih baik daripada nasibku. Kota tua dan pabrik tekstil disini takkan bisa menahanmu.” Setiap kali menyorongkan kotak kardus berisi koin itu ke kasir bank, Ayah selalu tersenyum bangga. “Ini uang kuliah putraku. Dia takkan bekerja di pabrik tekstil seumur hidup seperti aku.”
Pulang dari bank, kami selalu merayakan peristiwa itu dengan membeli es krim. Aku selalu memilih es krim cokelat. Ayah selalu memilih yang vanila. Setelah menerima kembalian dari penjual es krim, Ayah selalu menunjukkan beberapa keping koin kembalian itu kepadaku. “Sampai di rumah, kita isi botol itu lagi.”
Ayah selalu menyuruhku memasukkan koin-koin pertama ke dalam botol yang masih kosong. Ketika koin-koin itu jatuh bergemerincing nyaring, kami saling berpandangan sambil tersenyum. “Kau akan bisa kuliah berkat koin satu penny, nickle, dime, dan quarter,” katanya. “Kau pasti bisa kuliah. ayah jamin.”
Tahun demi tahun berlalu. Aku akhirnya memang berhasil kuliah dan lulus dari universitas dan mendapat pekerjaan di kota lain. Pernah, waktu mengunjungi orangtuaku, aku menelepon dari telepon di kamar tidur mereka. Kulihat botol acar itu tak ada lagi. Botol acar itu sudah menyelesaikan tugasnya dan sudah di pindahkan entah ke mana. Leherku serasa tercekat ketika mataku memandang lantai di samping lemari tempat botol acar itu biasa di letakkan.
Ayahku bukan orang yang banyak bicara, dia tidak pernah menceramahi aku tentang pentingnya tekad yang kuat, ketekunan, dan keyakinan. Bagiku, botol acar itu telah mengajarkan nilai-nilai itu dengan lebih nyata daripada kata-kata indah.
Setelah menikah, kuceritakan kepada Susan, istriku, betapa pentingnya peran botol acar yang tampaknya sepele itu dalam hidupku. Bagiku, botol acar itu melambangkan betapa besarnya cinta Ayah padaku. Dalam keadaan keuangan sesulit apa pun, setiap malam Ayah selalu mengisi botol acar itu dengan koin. Bahkan di musim panas ketika ayah diberhentikan dari pabrik tekstil dan Ibu terpaksa hanya menyajikan buncis kalengan selama berminggu-minggu, satu keping pun tak pernah di ambil dari botol acar itu. Sebaliknya, sambil memandangku dari seberang meja dan menyiram buncis itu dengan saus agar ada rasanya sedikit, Ayah semakin meneguhkan tekadnya untuk mencarikan jalan keluar bagiku. “Kalau kau sudah tamat kuliah,” katanya dengan mata berkilat-kilat, “kau tak perlu makan buncis kecuali jika kau memang mau.”
Liburan Natal pertama setelah lahirnya putri kami Jessica, kami habiskan di rumah orangtuaku. Setelah makan malam, Ayah dan Ibu duduk berdampingan di sofa, bergantian memandangku cucu pertama mereka. Jessica menangis lirih. Kemudian Susan mengambilnya dari pelukan Ayah. “Mungkin popoknya basah,” kata Susan, lalu di bawanya Jessica ke kamar tidur orangtuaku untuk di ganti popoknya.
Susan kembali ke ruang keluarga dengan mata berkaca-kaca. Dia meletakkan Jessica ke pangkuan Ayah, lalu menggandeng tanganku dan tanpa berkata apa-apa mengajakku ke kamar. “Lihat,” katanya lembut, matanya memandang lantai di samping lemari. Aku terkejut. Di lantai, seakan tidak pernah di singkirkan, berdiri botol acar yang sudah tua itu. Di dalamnya ada beberapa keping koin.
Aku mendekati botol itu, merogoh saku celanaku, dan mengeluarkan segenggam koin. Dengan perasaan haru, kumasukkan koin-koin itu kedalam botol. Aku mengangkat kepala dan melihat Ayah. Dia menggendong Jessica dan tanpa suara telah masuk ke kamar. Kami berpandangan. Aku tahu, Ayah juga merasakan keharuan yang sama. Kami tak kuasa berkata-kata.
Tehnik Bermain Rohan
Create By Syamsul Arif
Cara Bermain game Rohan
Cara Bermain - Karakter
A. Melihat informasi karakter (C)
I: Nama dan level karakter
II: Nama guild yang tergabung
III: Bangsa yang dipilih
IV: Profesi karakter
V : Gelar karakter dalam guild
II: Nama guild yang tergabung
III: Bangsa yang dipilih
IV: Profesi karakter
V : Gelar karakter dalam guild
1. Slot ini digunakan untuk meletakkan aksesoris kacamata
2. Slot ini digunakan untuk meletakkan armor kepala
3. Slot ini digunakan untuk meletakkan aksesoris anting
4. Slot ini digunakan untuk meletakkan armor lengan
5. Slot ini digunakan untuk meletakkan armor badan
6. Slot ini digunakan untuk meletakkan baju kostum
7. Slot ini digunakan untuk meletakkan aksesoris
8. Slot ini digunakan untuk meletakkan armor celana
9. Slot ini digunakan untuk meletakkan aksesoris
10. Slot ini digunakan untuk meletakkan aksesoris
11. Slot ini digunakan untuk meletakkan armor kaki
12. Slot ini digunakan untuk meletakkan aksesoris
13. Slot ini digunakan untuk meletakkan senjata
14. Slot ini digunakan untuk meletakkan perisai
15. Slot ini digunakan untuk meletakkan anak panah
16. Daya tahan terhadap elemen Blazing
17. Daya tahan terhadap elemen Water
18. Daya tahan terhadap elemen Darkness
19. Daya tahan terhadap elemen Holiness
2. Slot ini digunakan untuk meletakkan armor kepala
3. Slot ini digunakan untuk meletakkan aksesoris anting
4. Slot ini digunakan untuk meletakkan armor lengan
5. Slot ini digunakan untuk meletakkan armor badan
6. Slot ini digunakan untuk meletakkan baju kostum
7. Slot ini digunakan untuk meletakkan aksesoris
8. Slot ini digunakan untuk meletakkan armor celana
9. Slot ini digunakan untuk meletakkan aksesoris
10. Slot ini digunakan untuk meletakkan aksesoris
11. Slot ini digunakan untuk meletakkan armor kaki
12. Slot ini digunakan untuk meletakkan aksesoris
13. Slot ini digunakan untuk meletakkan senjata
14. Slot ini digunakan untuk meletakkan perisai
15. Slot ini digunakan untuk meletakkan anak panah
16. Daya tahan terhadap elemen Blazing
17. Daya tahan terhadap elemen Water
18. Daya tahan terhadap elemen Darkness
19. Daya tahan terhadap elemen Holiness
A. Petunjuk status Strength karakter saat ini
B. Petunjuk status Intelligence
C. Petunjuk status Psyche karakter saat ini
D. Petunjuk status Vitality karakter saat ini
E. Petunjuk status Dexterity karakter saat ini
F. Petunjuk status Agility karakter saat ini
G. Tombol untuk meningkatkan poin status
H. Sisa poin status yang belum terpakai
I. Jumlah beban maksimum/minimum yang pemain bawa
J. Kolom Jumlah status yang dimiliki
-J1. Jumlah serangan jarak dekat
-J2. Jumlah serangan jauh jauh
-J3. Jumlah serangan magic
-J4. Jumlah pertahanan fisik
-J5. Jumlah pertahanan magic
-J6. Jumlah HP
-J7. Jumlah Mana
-J8. Daya tahan
-J9. Akurasi
-J10. Hindaran
-J11. Kecepatan gerak
-J12. Kecepatan serangan
-J13. Regenerasi HP
-J14. Regenerasi Mana
K. Poin tambahan pada setiap status yang didapat dari barang
B. Petunjuk status Intelligence
C. Petunjuk status Psyche karakter saat ini
D. Petunjuk status Vitality karakter saat ini
E. Petunjuk status Dexterity karakter saat ini
F. Petunjuk status Agility karakter saat ini
G. Tombol untuk meningkatkan poin status
H. Sisa poin status yang belum terpakai
I. Jumlah beban maksimum/minimum yang pemain bawa
J. Kolom Jumlah status yang dimiliki
-J1. Jumlah serangan jarak dekat
-J2. Jumlah serangan jauh jauh
-J3. Jumlah serangan magic
-J4. Jumlah pertahanan fisik
-J5. Jumlah pertahanan magic
-J6. Jumlah HP
-J7. Jumlah Mana
-J8. Daya tahan
-J9. Akurasi
-J10. Hindaran
-J11. Kecepatan gerak
-J12. Kecepatan serangan
-J13. Regenerasi HP
-J14. Regenerasi Mana
K. Poin tambahan pada setiap status yang didapat dari barang
B. Tampilan inventori (I)
Sebuah inventori dapat menampung seluruh barang yang didapatkan dari hasil berburu, potion atau lainnya. Setiap karakter maksimal dapat membawa 4 buah tas dengan berbagai jenis ukuran slot tas.
Sebuah inventori dapat menampung seluruh barang yang didapatkan dari hasil berburu, potion atau lainnya. Setiap karakter maksimal dapat membawa 4 buah tas dengan berbagai jenis ukuran slot tas.
A:Tempat sampah ini digunakan untuk membuang barang
B:Berat barang bawaan karakter
C:Uang yang dimiliki oleh karakter (Crone)
D:Tombol ini digunakan untuk menyumbangkan uang yang dimiliki ke bank guild
C. Melihat informasi skill (K)
Pada tampilan ini terlihat sebuah skill tree dari sebuah profesi.
Pada tampilan ini terlihat sebuah skill tree dari sebuah profesi.
D. Melihat jurnal quest (J)
Pada bagian ini kamu dapat melihat quest apa saja yang telah diambil, dijalankan, ataupun diselesaikan, termasuk penjelasan lengkap masing-masing quest.
Pada bagian ini kamu dapat melihat quest apa saja yang telah diambil, dijalankan, ataupun diselesaikan, termasuk penjelasan lengkap masing-masing quest.
Proses: quest yang sedang dijalankan
Selesai: quest yang sudah selesai
Pesan Quest: menampilkan pesan yang terdapat dalam quest
Batal Quest: membatalkan quest yang dijalani
Batal: menutup tampilan jurnal quest
Selesai: quest yang sudah selesai
Pesan Quest: menampilkan pesan yang terdapat dalam quest
Batal Quest: membatalkan quest yang dijalani
Batal: menutup tampilan jurnal quest
E. Menampilkan atau menyembunyikan menu tombol singkat (B)
Kamu dapat menggunakan kolom tombol singkat skill sampai 6 baris. Kolom ini digunakan untuk meletakkan skill, potion, aksi dasar dan ekspresi.
Kamu dapat menggunakan kolom tombol singkat skill sampai 6 baris. Kolom ini digunakan untuk meletakkan skill, potion, aksi dasar dan ekspresi.
-Gunakan tombol 1~0 pada keyboard untuk memakai tombol singkat.
-Kamu dapat mengganti baris yang diaktifkan dengan menekan Insert ataupun Delete.
-Untuk menampilkan atau menyembunyikan tombol singkat dapat dilakukan dengan menekan huruf B pada keyboard.
-Untuk mengganti pilihan aktif antara shift-1 ke shift-2 / lainnya dapat menggunakan tombol pada keyboard berupa Shift+1/Shift+2/Shift+angka (sesuai dengan angka tombol singkat).
-Kamu dapat mengganti baris yang diaktifkan dengan menekan Insert ataupun Delete.
-Untuk menampilkan atau menyembunyikan tombol singkat dapat dilakukan dengan menekan huruf B pada keyboard.
-Untuk mengganti pilihan aktif antara shift-1 ke shift-2 / lainnya dapat menggunakan tombol pada keyboard berupa Shift+1/Shift+2/Shift+angka (sesuai dengan angka tombol singkat).
F. Menampilkan menu grup (P)
Pada tampilan ini terlihat sebuah skill tree dari sebuah profesi.
Pada tampilan ini terlihat sebuah skill tree dari sebuah profesi.
Undang: mengundang pemain lainnya kedalam grup, ketikkan nama karakter pemain lain
Keluar: keluar dari grup
Mengeluarkan: untuk mengeluarkan pemain lain dari grup
Pembagian: pembagian barang anggota grup (rata, masing-masing, random)
Pemimpin: pemimpin grup bisa diganti ke pemain lain
Keluar: keluar dari grup
Mengeluarkan: untuk mengeluarkan pemain lain dari grup
Pembagian: pembagian barang anggota grup (rata, masing-masing, random)
Pemimpin: pemimpin grup bisa diganti ke pemain lain
G. Menampilkan menu guild (G)
H. Menggunakan fitur "Pencarian Kios"(F)
Berfungsi untuk menemukan kios yang dibuka oleh karakter lainnya.
Berfungsi untuk menemukan kios yang dibuka oleh karakter lainnya.
Keterangan:
1. Nama barang yang hendak dicari
2. Tombol pencarian
3. Icon barang
4. Nama barang
5. Nama karakter penjual
6. Lokasi penjual
7. Harga barang
1. Nama barang yang hendak dicari
2. Tombol pencarian
3. Icon barang
4. Nama barang
5. Nama karakter penjual
6. Lokasi penjual
7. Harga barang
I. Menampilkan menu aksi dasar dan ekspresi karakter (N)
Menu ini adalah aksi dasar yang bisa dibilang sebagai shortcut untuk mempermudah permainan.
Menu ini adalah aksi dasar yang bisa dibilang sebagai shortcut untuk mempermudah permainan.
1.Menyerang musuh secara otomatis
2.Duduk atau berdiri
3.Mengambil barang di tanah
4.Menyerang monster yang sama dengan pemain yang pemain pilih
5.Mengikuti pemain yang dipilih
6.Melakukan transaksi
7.Mengetahui lokasi pemain
8.Menyerang musuh terdekat
9.Melakukan interaksi dengan NPC terdekat
10.Membuka kios/vending
11.Perintah untuk berjalan secara otomatis
12.Berjalan
13.Berlari
2.Duduk atau berdiri
3.Mengambil barang di tanah
4.Menyerang monster yang sama dengan pemain yang pemain pilih
5.Mengikuti pemain yang dipilih
6.Melakukan transaksi
7.Mengetahui lokasi pemain
8.Menyerang musuh terdekat
9.Melakukan interaksi dengan NPC terdekat
10.Membuka kios/vending
11.Perintah untuk berjalan secara otomatis
12.Berjalan
13.Berlari
Ekspresi
Kamu bisa melakukan ekspresi dengan menekan tombol-tombol dibawah ini:
Kamu bisa melakukan ekspresi dengan menekan tombol-tombol dibawah ini:
1.melmabai salam
2. Melambai
3. Setuju
4. Tidak setuju
5. Memohon
6. Mengejek
7. Menyerang
8. Lapar
9. Semangat
10. Tepuk tangan
11. Bertanya
12. Tertawa
13. Merayu
14. Memberi hormat
15. Marah
16. Dansa 1
17. Dansa 2
18. Sexy dance
19. Merokok
20. Buang angin
21. Minum
22. Dance Bowling Pin
23. Sorak Piala Dunia
2. Melambai
3. Setuju
4. Tidak setuju
5. Memohon
6. Mengejek
7. Menyerang
8. Lapar
9. Semangat
10. Tepuk tangan
11. Bertanya
12. Tertawa
13. Merayu
14. Memberi hormat
15. Marah
16. Dansa 1
17. Dansa 2
18. Sexy dance
19. Merokok
20. Buang angin
21. Minum
22. Dance Bowling Pin
23. Sorak Piala Dunia
J. Menampilkan Teman (L)
Kamu dapat melihat daftar teman kamu dan beberapa menu lainnya pada tampilan ini.
Kamu dapat melihat daftar teman kamu dan beberapa menu lainnya pada tampilan ini.
Daftar Teman
Tambah Teman: untuk mendaftarkan pemain lainnya kedalam daftar teman.
1:1 chat: melakukan chat secara pribadi
Hapus Teman: untuk menghapus nama karakter teman dari daftar
Undang Grup: mengundang teman untuk bergabung kedalam grup
Bisik: melakukan bisik pada teman yang diinginkan
Refresh: melakukan update data teman terbaru (level, lokasi, dan status)
1:1 chat: melakukan chat secara pribadi
Hapus Teman: untuk menghapus nama karakter teman dari daftar
Undang Grup: mengundang teman untuk bergabung kedalam grup
Bisik: melakukan bisik pada teman yang diinginkan
Refresh: melakukan update data teman terbaru (level, lokasi, dan status)
Daftar Blok
Tambah Blok: menambahkan daftar pemain yang ingin diabaikan.
Hapus Blok: menghapus pemain dari daftar yang di blok
Tambah komentar: untuk mengisi keterangan pada nama yang di blok
Bagi setiap nama karakter yang masuk ke dalam daftar blok, maka nama karakter tersebut tidak dapat mengirimkan pesan dan chat karakter tersebut tidak akan muncul di tampilan game
Hapus Blok: menghapus pemain dari daftar yang di blok
Tambah komentar: untuk mengisi keterangan pada nama yang di blok
Bagi setiap nama karakter yang masuk ke dalam daftar blok, maka nama karakter tersebut tidak dapat mengirimkan pesan dan chat karakter tersebut tidak akan muncul di tampilan game
Cari Teman
Nama: Ketikkan nama karakter yang ingin dicari
Profesi: jenis profesi karakter yang ingin dicari a
Lokasi: lokasi karakter yang ingin dicari
Aktifkan mode 'Tidak Dikenal': untuk memilih pencarian terhadap orang yang dikenal atau tidak dikenal
Cari: tombol untuk mulai melakukan pencarian
Profesi: jenis profesi karakter yang ingin dicari a
Lokasi: lokasi karakter yang ingin dicari
Aktifkan mode 'Tidak Dikenal': untuk memilih pencarian terhadap orang yang dikenal atau tidak dikenal
Cari: tombol untuk mulai melakukan pencarian
Minggu, 04 Maret 2012
Cara Ganti Job Giant Barseker
Rohan :: Quest Ganti Job Jadi Berseker
Finally your Giant character reached level 50. You can finally choose a second job. Here’s a guide to Rohan change job quest from Giant to Berserker. This guide is created AriesMinor. All text and image credit belongs to him. The Quest Map guides after the jump.
1. This is the part where they give you a key and tell you to find a statue etc, very first part, just travel along the valley keeping an eye on your right (coming from the bindstone), until you reach a little hidden pathway up that hill there you’ll notice a sorta flat ground with the huge towers, search around there and you’ll find it in no time.
2. They tell you to look for varks, (the ones carrying crossbows) these are where they hide.
3. Venom spider ladys (cant remember the name) collection quest
4. Mutant Giant boss hunt (easily find him lurking around, he looks exactly like an orc king)
5. Red and Blue tatoo dye (FINAL BOSS) these are archers. Bring pots and if possible elixer, the blue one dies the fastest but deals the most dmg, the red one is tanky but deals low dmg. Try to kill blue first.
Quest Map GUIDE
1. This is the part where they give you a key and tell you to find a statue etc, very first part, just travel along the valley keeping an eye on your right (coming from the bindstone), until you reach a little hidden pathway up that hill there you’ll notice a sorta flat ground with the huge towers, search around there and you’ll find it in no time.
2. They tell you to look for varks, (the ones carrying crossbows) these are where they hide.
3. Venom spider ladys (cant remember the name) collection quest
4. Mutant Giant boss hunt (easily find him lurking around, he looks exactly like an orc king)
5. Red and Blue tatoo dye (FINAL BOSS) these are archers. Bring pots and if possible elixer, the blue one dies the fastest but deals the most dmg, the red one is tanky but deals low dmg. Try to kill blue first.
Quest Map GUIDE
Cara Ganti Job Dhan Avenger
Rohan :: Ganti Job Avenger
Avenger quest ini membutuhkan lvl 50,anda tidak diwajibkan untuk partyan,tp diharuskan solo,tp jika anda ingin mengajak temen untuk membantu Q anda sangat dianjurkan.
Rohan Avenger Job Change Quest Guide I
1. Awal mula bicaralah kepada Damats Heartwell.(kota dhan)
2. Kamu diharuskan membunuh 1 Fire Drake dan 10 Flame Spite. Yang berada di Kemarahan Bawah Tanah kordinat C-5
3. Setelah anda selesai kembali dan lapor ke Damats Heartwell
Rohan Avenger Job Change Quest Guide II
4. Heartwell akan memberi kamu misi selanjutnya, gunakan portal laut artic dan berjalanlah menuju End of Struggle ( I-J-2). Kamu diharuskan bicara kepada Orb of the Past dahulu,kedua Orb of History dan terakhir , Statue of Exiled King. The exiled king akan memberi kamu sebuah dagger.
5. Kembali ke Damats Heartwell.
Rohan Avenger Job Change Quest Guide III
6. Gunakan portal dataran pinus dan pergilah ke J-8 terletak di Varvylon map dan kamu diharuskan membunuh pengikut2 Betrayed Follower of Paladin dan selanjutnya the Betrayed Paladin yang terakhir.
7. Kembali dan bicaralah ke Exiled King yang berada di End of Struggle( I-J-2)
8. Bicaralah kepada Damats Heartwell di kota Dhan
Rohan Avenger Job Change Quest Guide IV
9. Bicaralah kepada patung untuk melengkapi misi kamu yang berada di F-9 of Liom map. Yang berada di sekitar hutan myrtle. Lewati saja Immortal Guards,kamu akan membuang-bunag waktu kamu saja
10. Kembali ke Damats Heartwell
Rohan Avenger Job Change Quest Guide V
11.Kamu membutuhkan Pouch of Fragments dari Captain of Einhoren’s Guards - Lasa Berzen Guard Captain. Yang berada di D-3 Einhoren(Del Lagos).
12. Setelah membunuh bos tersebut,kembalilah dan lapor kepada Damats Heartwell dan kamu akan dinobatkan menjadi Avenger.
Rohan Avenger Job Change Quest Guide I
1. Awal mula bicaralah kepada Damats Heartwell.(kota dhan)
3. Setelah anda selesai kembali dan lapor ke Damats Heartwell
Rohan Avenger Job Change Quest Guide II
4. Heartwell akan memberi kamu misi selanjutnya, gunakan portal laut artic dan berjalanlah menuju End of Struggle ( I-J-2). Kamu diharuskan bicara kepada Orb of the Past dahulu,kedua Orb of History dan terakhir , Statue of Exiled King. The exiled king akan memberi kamu sebuah dagger.
5. Kembali ke Damats Heartwell.
Rohan Avenger Job Change Quest Guide III
6. Gunakan portal dataran pinus dan pergilah ke J-8 terletak di Varvylon map dan kamu diharuskan membunuh pengikut2 Betrayed Follower of Paladin dan selanjutnya the Betrayed Paladin yang terakhir.
7. Kembali dan bicaralah ke Exiled King yang berada di End of Struggle( I-J-2)
8. Bicaralah kepada Damats Heartwell di kota Dhan
Rohan Avenger Job Change Quest Guide IV
9. Bicaralah kepada patung untuk melengkapi misi kamu yang berada di F-9 of Liom map. Yang berada di sekitar hutan myrtle. Lewati saja Immortal Guards,kamu akan membuang-bunag waktu kamu saja
10. Kembali ke Damats Heartwell
Rohan Avenger Job Change Quest Guide V
11.Kamu membutuhkan Pouch of Fragments dari Captain of Einhoren’s Guards - Lasa Berzen Guard Captain. Yang berada di D-3 Einhoren(Del Lagos).
12. Setelah membunuh bos tersebut,kembalilah dan lapor kepada Damats Heartwell dan kamu akan dinobatkan menjadi Avenger.
Membebaskan Cinta
Ketika angin berlari menuruni bukit, sepasang kaki tua masih melangkah di antara ilalang. Jubah putihnya melambai pelan oleh sentuhan tangan-tangan usil milik sang angin yang berkejaran di antara kedua kakinya. Tongkat kayu penuntun langkah berjalan di depan, menyentuh bebatuan dan padang nan luas. Matanya cekung menatap arah, sinar matahari masih pongah tersenyum. Kening yang basah oleh bulir keringat sedikit mengernyit, menampakkan guratan milik sang wajah tua. Akankah di depan sana perhentian akan berakhir?
Sesampai di kaki bukit ia menemukan sebuah taman. Ia coba menghilangkan penat untuk semusim perjalanan. Di bawah sebuah pohon hijau nan rindang, ia duduk di sebuah batu. Dan kakinya coba menyejukkan diri pada air yang mengalir di dekatnya. Sungai itu elok membelah taman. Tak disia-siakannya bening air buat pelepas dahaga, membasuh kepala. Air menetes dari wajahnya yang telah basah, bergelantungan pada janggut lebat yang memutih. Rambut tua yang panjang berkilau oleh butir-butir air yang menempel diterpa garis-garis sinar matahari yang menyelusup dari celah-celah dedaunan pohon rindang tempat bernaung.
Ia menatap takjub pada mahluk hitam yang terbang dan hinggap di atas dahan pohon. Gagah dengan sayap terkembang.
“Siapakah engkau yang terbang tinggi? Agungnya dirimu yang telah mengitari segala lekuk bumi di antara hembusan angin yang berlari,” tanya lelaki tua itu pada mahluk itu. Matanya menatap lekat.
“Aku hanyalah sang Rajawali. Petualang sejati yang mengarungi angkasa. Aku dapatkan kebebasan pada jagat yang mengerami bumi dengan waktu tiada pernah henti,” jawabnya sambil menatap ke bawah.
“Sungguh hebat dirimu wahai mahluk yang cerdas. Engkau tahu rahasia alam dari semua ketinggian. Di matamu tak ada ketidak tahuan. Di bola matamu terhampar segala prilaku hidup. Engkau tak dungu oleh tipuan alam. Aku jatuh cinta padamu, maukah kau jadi kekasihku?” Lelaki tua itu terpesona olehnya, kejujurannya mengucap jernih.
“Wahai lelaki tua, aku adalah bangsa pengembara sepertimu. Aku telah menyaksikan segala dusta pada cinta. Tak ada kesempurnaan pada cinta. Sekuat-kuatnya bertahan pada cinta, tubuh lain selalu mencoba mengganggu sang kekasih. Aku tak patut sombong oleh kecerdasanku, tapi aku menjadi saksi, oleh cinta banyak orang terluka. Jadi buat apa kita mati oleh cinta. Carilah yang lebih hebat dari diriku, carilah kekasih yang mau tinggal bersamamu. Aku tak mau menjadi bodoh oleh cinta, aku mahluk bebas,” ucap sang Rajawali.
“Tapi sang Rajawali, tidakkah kau sadar, kau pun mahluk sombong yang lemah. Di saat engkau lelah terbang jauh, kau pun harus turun ke bumi untuk hinggap di batang-batang pohon,” kata lelaki tua, ada nada sindiran pada ucapnya.
“Pohon-pohon memang kekasihku, tapi mereka adalah mahluk lemah yang bisa diperbudak. Aku tak pernah hiraukan ratap mereka, karena cakarku bisa menancap di dahan manapun. Pesonaku akan melunakkan hati mereka. Selamat berdungu ria dengan pencarian cintamu kawan,” kata sang Rajawali. Sayapnya mulai terkepak dan melayang terbang sebelum mulut tua milik lelaki itu mengucap tanya yang lain.
Makin ke tengah taman, ia jumpai kuntum-kuntum bunga mawar yang tertawa ceria. Binal bergoyang ke sana ke mari, sangat menggoda. Menampakkan helai-helai daun dan bunga yang bermantel bulir-bulir air. Wanginya terbang bersama angin, menepis resah pencarian yang tak kunjung tiba milik sang pengelana itu. Mata lelaki tua itu terbelalak oleh lekuk yang sunguh sangat erotis, liurnya menetes kotori janggutnya. Kesempurnaan susunan kelopak bunga, dan mahkota yang bertuliskan keanggunan memikat hati bagi yang memandang padanya.
“Sunguh nyaman di dekatmu wahai sang bunga mawar. Tak pernah ku jumpai kuntum sepertimu di sepanjang perjalananku, kuntum bunga yang ramah tersenyum. Tak ada kesombongan akan keindahan diri, akan kekayaan mahkota yang melekat pada dirimu. Engkau kaya akan damai bukan keindahan fisik belaka. Aku jatuh cinta padamu,” ucap sang lelaki tua pada bunga-bunga mawar yang merekah di tengah taman. Matanya memancarkan binar-binar, bagai surya bangun di pagi hari.
“Aku mahluk tak berpemilik. Aku memberikan cinta pada mereka yang meminta. Aku mahluk bebas yang tak mau dikekang. Ditawan oleh cinta sama saja dengan mati di keterasingan jiwa. Bagiku hidup itu indah bila kita semua bisa saling memiliki tanpa ada yang merasa jadi pemilik,” ucap sang bunga mawar, tubuhnya yang dihinggapi duri-duri bergoyang pelan.
Belum sempat ia bertanya lagi, seekor kumbang telah hinggap di atas mahkota bunga itu. Mereka berpagutan sungguh mesra. Tak ada yang berontak, tak ada yang dipaksa. Setelah itu kumbang-kumbang pun berpindah pada pesona-pesona yang lainnya.
Tidakkah sang bunga sadar, dirinya hanya menjadi persingahan kumbang-kumbang, hanya untuk menikmati cintanya sesaat dan kemudian berlalu. Sungguh bodoh, batin lelaki tua.
Lelaki itu melangkah kian bergegas, matanya meniupkan rasa muak dan mual. Ia tak ingin berlama-lama hidup sendiri, cukuplah sudah sepi menyelimuti hari-hari yang lalu. Untuk waktu yang akan bergulir ke depan, ia butuh kekasih tempatnya menambat jiwa.
Di kejauhan dilihatnya seorang perempuan berjalan ke arahnya. Langkahnya anggun menapak tanah. Tubuhnya yang sempurna memancing perhatiannya. Kian nyata di jarak yang tak lebih dari beberapa langkah darinya.
“Apa gerangan yang membawa sang puan ke sini?” tanya lelaki tua, matanya terbelalak penuh keheranan.
“Angin yang membaui resah dirimu hingga jejakmu ku kenali sebagai jejak yang meracau. Adakah yang kau cari di perhentian ini?” tanya sang puan sambil tersenyum manis. Rambutnya tergerai dipermainkan angin. Lehernya yang jenjang sungguh indah dipandang.
“Aku hanyalah sang musafir yang melangkah di jalan waktu. Matahari menemaniku dan sang rembulan tempat aku bercerita. Mengapa kau ada di taman ini sendiri?” tanya lelaki tua mencari tahu, rasa herannya belum sirna.
“Aku menanti sang kekasih yang kelak datang dan tinggal di hatiku,” kata sang puan.
“Aku datang untukmu, maukah kau jadi kekasihku. Aku sayang kamu,” ucap lelaki tua. Kejujurannya mengucap jernih.
“Secepat itu kau ucap sayang. Apa yang menyebabkan kau mengatakan itu?” tanya sang puan penuh rasa heran.
“Aku sayang padamu di detik saat kita berjumpa tadi. Rasa sayangku timbul oleh ketakutan akan kehilanganmu. Karena aku sadar, aku sang musafir yang ditakdirkan terus melangkah di bawah awan, kelak aku akan meninggalkan taman ini, meninggalkanmu. Tak mendapatkanmu di sisiku akan membuatku sangat kehilangan. Ketika rasa kehilangan itu hadir, tubuh ini akan kian remuk redam. Tak kunjung selesai rindu yang kian membengkak memenuhi dadaku. Nafasku akan sesak oleh rindu dan langkahku akan tertatih, terjerembab. Engkau ada di hatiku saat ini dan nanti,” ucap lelaki tua itu.
“Engkau mengatakan sebelum melakukan. Pergilah ke ujung dunia. Bila engkau terjerembab oleh rindu yang menggunung, kembalilah padaku. Ujilah dahulu rindu milikmu. Tempatmu di sini, bukan di langkah-langkah yang tak kunjung jelas,” ucap sang puan.
“Aku lelaki yang tak ingin di tawan oleh sang puan. Tempatku bukan di sini, tempatku di langkah-langkah waktu. Aku tak ingin terpenjara oleh cinta. Aku tak ingin dungu oleh cinta. Atau maukah sang puan hadir bersama langkahku di pengembaraanku?” tanya lelaki tua penuh harap.
“Tempatku di sini, tempat memenjarakan kaum lelaki yang terpikat olehku. Karena rantai cintaku akan mengekangnya,” ucap sang puan ketus.
“Adakah cinta yang tak mengekang? Aku mencari cinta yang membebaskan cinta,” tanya lelaki tua.
“Carilah dia di jalan tak berujung. Di sana akan kau jumpai tembok tebal yang tinggi dan di baliknya seonggok pembebas menanti manusia sejenismu. Mungkin hanya dia yang layak bagi manusia bebas sepertimu. Benturkan kepalamu pada temboknya, biarlah darah yang mengucur akan melumerkan dinding itu. Dan pengorbananmu akan memikatnya. Atau kau akan mati kehabisan darah sebelum kau rasakan cinta sejati miliknya,” ucap sang puan.
Dan tanpa menunggu masa, lelaki tua itu berjalan pergi ke arah mana telunjuk sang puan menghunjuk. Meninggalkan sang puan dengan rumah tahanannya. Lelaki tua melangkah pasti di kebebasan cinta miliknya.
Keterangan Pemilik Blog
Nama : Syamsul Arif
Pekerjaan : Siswa Smp 1 Pinrang
TTL : Makassar, 08/09/1998
Hobi : Bermain Internet
Ket :
Arif Adalah sesosok anak yang tinggal di kab.pinrang
dia sekolah di smp 1 pinrang
Pekerjaan : Siswa Smp 1 Pinrang
TTL : Makassar, 08/09/1998
Hobi : Bermain Internet
Ket :
Arif Adalah sesosok anak yang tinggal di kab.pinrang
dia sekolah di smp 1 pinrang
Langganan:
Postingan (Atom)